post kali ini bukan menceritakan pengalaman wisata kuliner. 100 % Bukan. Terus kenapa judulnbya kedengeran eh keliatan minta di caplok?
Ada alasannya. Yaitu: gue bingung milih judul.
Well, gue bukan pemilih judul (?) yang handal. Yah bisa lo liat sendiri kan post-post di blog ini berjudul absurd? H3h3h3 (?????????????)
Lah? Apa hubungannya bubur sama blog?
Kaga ada.
Sebenernya ini tuh filosofi yang berarti ‘musibah diantara anugerah’. Kenapa demikian? Kita umpamakan bubur sebagai anugerah. Bubur kan enak, bikin kenyang, gampang nelennya lagi. Nah. Kesucian bubur itu harus ternodai (apasih bahasa gue jijay bgt-_-) dengan kehadiran si seledri yang kita anggap musibah.seledri itu udah ijo, kecil, banyak, pait lagi! Yah gak musibah2 banget sih tapi kan ini perumpamaan.
Kalo gak suka filosofi ini ambil aja perumpamaan lain. Misalnya:
Ferarri dengan ban kempes
Gulali dari garem (ini apaan-_-)
Laptop yang wifi nya suka gak konek *curhat*
etc.
Yah pokoknya semacam ‘sesuatu yang mengganggu kesenengan kita’. Begitu juga yang gue alamin sekarang. *jengjengjeng
Kalian tau kan kalau Indonesia pada SEA games ke 26 ini berkesempatan menjadi tuan rumah?
Gatau ya? Ndeso.
Dan apa kalian tau kalo anak sekolahan di Jakarta (gak semua) dan di Palembang (gatau juga nih) diliburin buat ngurangin kemacetan dan di harapkan bisa berpartisipasi menjadi supporter?
Gatau ya? Ndeso.
Awalnya gue juga gak percaya. Yakali dinas mau berbaik hati meliburkan kami, para pelajar setengah frustasi ini. Jadi gue gamau berharap lebih. Takut sakit hati huuuuft :( (???) soalnya masih belum jelas banget. Sempet ada berita kalo itu gajadi. Ya setiap persoalan pasti ada pro-kontra.Ternyata… semua itu bukan kabar semata heeeeey!!! Kita, para pelajar (kecuali kelas 6, 9, 12 dan sekolah2 tertentu) disuruh belajar di rumah.
Kiamat kah? Atau Jakarta turun salju?
Alhamdulillah, enggak.
Kami pun gembira, happy, bersorak sorai. Namun sorak sorai di kelas gue (dan mungkin di kelas lain juga) terhenti ketika guru gue beserta 2 orang di belakangnya masuk sambil membawa segaban tumpukan kertas. Kita bertanya-tanya. apakah itu? kertas. HEH! Gue juga tau itu kertas! Siapa yang bilang rujak??? Siapa juga yang bilang itu rujak??!!! Siapa sih lu jawab2 aje?! Haaaah?!
Maaf pembaca. Mari kita lanjutkan
Kemudian kertas yang ternyata tidak hanya selembar bagi setiap anak itu di bagikan. Kami membaca huruf demi huruf yang tertera di kertas itu.
kami terdiam. Kemudian menjerit histeris.
“Itu tugas untuk kalian. Jadi kalian di rumah bukan buat santai-santai.” Jawabnya dengan cool. Kami terdiam. Masih syok melihat lembaran barusan. Terima kasiiiih bangeeeeeet…. *nangis berjamaah*
Yang jadi pertanyaan adalah, bagaimana dengan waktu 5 hari yang diberikan untuk libur di rumah (Sabtu-Minggu gak diitung :p) bisa menyelesaikan itu semua? Kalau secara matematis ya 10 dibagi 5 sama dengan 2.
FYI, tugasnya beneran bukan main asoy geboy tralala trilili suramnya hidup ini. Dari Agama sampe Kimia ada tugasnya. Dan tugasnya itu bukanlah semudah ‘isilah titik-titik di bawah ini’ dengan pilihan jawaban, melainkan ‘uraikanlah blablabla SEAgames. Beri alasanmu!’ blablabla itu bisa di ganti kasus korupsi, sejarah, cabor favorit, bahkan jumlah protein yang dimakan atlet saat mengikuti SEAgames. Dan formatnya tuh berbeda-beda. Dari kliping sampai ppt. *istigfar*
Hancurlah angan-angan untuk DVD-ing sehari suntuk…
Hilanglah asa untuk berjumpa kawan lama…
Lenyaplah keinginan untuk hunting komik second…
Dan sebagainya.
.
.
.
Sekian.
Ini seledri-ku. Apa seledri-mu?








